Utama

Salju Turun di Gurun Sahara

11 January 2018
13:16

Salju Turun di Gurun Sahara

Malayglamour.com – Salju turun di salah satu tempat paling panas di dunia, yakni di kota gurun Aljazair yang disebut Ain Sefra atau ”Gerbang ke Sahara”.
Fenomena alam ini menambah banyak daftar kejadian cuaca ekstrem di berbagai penjuru dunia setelah suhu dingin di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Benua Eropa. Salju yang tidak biasa itu turun di Ain Sefra pada Minggu (7/1) waktu lokal. ”Ain Sefra mengalami hujan salju dalam jumlah banyak un – tuk ketiga kali dalam 40 tahun. Beberapa laporan menyatakan ketebalan salju mencapai ham – pir 15 inci, meski demikian otoritas Ain Sefra secara resmi melaporkan ketebalan salju kurang dari satu inci,” ungkap laporan CNN, kemarin.
Hadirnya salju di gurun itu menjadi pemandangan unik sekaligus aneh karena kawasan itu biasanya mengalami suhu paling panas di bumi saat mu – sim panas. Meski demikian, kali ini suhu yang tidak biasa ter jadi di kawasan gurun ter – sebut hing ga mencapai se puluh derajat Farenheit saat malam hari. Itu artinya, salju dapat turun beberapa saat. Sejumlah fotografer yang datang ke lokasi salju menya ta – kan salju tetap bertahan saat siang hari sehingga menjadi pe – mandangan seperti dari dunia lain. ”Kami benar-benar ter ke – jut saat kami bangun untuk melihat salju lagi. Salju bertahan sepanjang hari pada Minggu (7/1) dan mulai meleleh sekitar pukul 5 sore,” kata fotografer Karim Bouchetata pada Shutterstock dikutip CNN.
Meski salju sangat jarang terjadi di wilayah gurun, feno – mena salju yang sama juga terjadi tahun lalu. Sebelum itu, salju turun 37 tahun lalu di Ain Sefra. Sementara itu, salju tebal membuat 13.000 turis terjebak di resor ski Zermatt di Swiss sejak pekan lalu. Otoritas meng guna – kan helikopter untuk meng – evakuasi para turis kemarin. Evakuasi melalui udara dilaku – kan sebab jalan raya dan jalur kereta tak bisa digunakanka rena tertutup salju tebal. Salju tebal di kawasan itu pun me ningkatkan risiko salju longsor di wilayah Wallis, termasuk Zermatt, dekat perbatasan Italia.
”Saatinirisikolongsorsaljudi wilayah itu mencapai level ter – tinggi, yakni‘sangatbesar’,” ung – kap pernyataan Swiss Institute for Snow and Avalanche Re – search dikutip kantor berita Reuters. Di Kota Visp, sekitar 30 km dari Zermatt, sebanyak 20 orang dievakuasi dari rumah merekasetelahlumpurdansalju longsor ke sebagian wilayah itu. Tidak ada orang yang terluka dalam insiden tersebut. Adapun kantor layanan pariwisata menjelaskan, tidak ada alasan untuk khawatir dengan kondisi di Zermatt. Pejabat Zermatt menjelaskan, layanan evakuasi melalui udara diberikan kepada mereka yang ingin meninggalkan resor ski tersebut.
”Aliran listrik telah normal. Masih ada peluang aliran listrik padam, tapi saat ini kondisinya bagus. Situasi di desa tenang dan nyaman,” ujar juru bicara kantor pariwisata setempat. Sejumlah helikopter ter bang sekitar dua jam pada kemarin siang. Para tamu yang ingin me – ninggalkan desa di kaki Bukit Matterhorn telah diterbangkan ke Taesch yang jaraknya 5 km. Dari sana, otoritas Zermatt telah menyiapkan sejumlah bus menuju stasiun kereta untuk membawa para turis ke tujuan masing-masing. ”Helikopter juga digunakan untuk mem – bawa orang yang ingin men – capai Zermatt,” kata peja bat setempat.
Masyarakat pegunungan Swiss telah menjadi sorotan ter kait risiko geologi sejak Agustus lalu. Saat sisi gunung itu longsor di selatan Grisons yang mene was kan delapan pen – daki se hing g a jasad para pen – daki belum ditemukan hingga saat ini. Sementara itu, para penge – mudi terjebak di jalanan ter tu – tupsaljutebaldansuhudiba wah titik beku di dekat Madrid, ibu kota Spanyol. Mereka berhasil diselamatkan pada Minggu (7/1) siang. Jalan sepanjang 70 km antara Madrid dan wilayah ter – dekat Segovia di pusat Spanyol itu tertutup salju pada Sabtu (6/1) malam, membuat para pengemudi dan penumpang ter j ebak saat musim libur.
”Se – banyak 3.500 hingga 4.000 pe – ngemudi terpaksa bermalam di jalanan,” ungkap laporan surat

Categories: Utama

Tagged as:

Leave a Reply